GULA MERAH SIWALAN (TA'AL)


 Banyak Jenis Gula Merah, di antaranya gula merah yang terbuat dari nira (la'ang) siwalan, kelapa, aren dan tebu. Kali ini saya ingin membahas tentang gula merah yang terbuat dari nira siwalan. Gula merah yang terbuat dari nira siwalan memiliki kualitas yang lebih bagus dari yang lain. Hanya saja pohon siwalan (Ta'al) ini tidaklah banyak tersebar di indonesia. Di Madura Pohon siwalan banyak terdapat di kota sumenep tepatnya di Kecamatan Batang-Batang, Desa Banuaju Timur. Bahan Baku yang terbatas dan kualitas yang tinggi menjadikan harga gula mera siwalan lebih mahal dari gula yang lain. Gula merah yang terbuat dari air nira (la'ang) alami yang di produksi secara manual akan menghasilkan gula merah siwalan itu menjadi lebih harum dan gurih. Di Sumenep Jawa Timur Tepatnya di Kecamatan Batang-Batang, Desa Banuaju Timur Terkenal kaya akan pohon siwalannya. Dengan kekayaan pohon siwalan lantas penduduk sana tak hanya memanfaatkan la'ang sebagai bahan utama pembuatan gula merah. Selain la'ang yang dapat di jadikan gula merah, buah siwalannya pun dapat di jual. begitu pula daunnya, kata orang madura (Rakara) Rakara ini juga dapat menghasilkan uang, Dengan Di jadikan anyaman yang akan menjadi tikar. Banyak bukan hasil uang dari pohon siwalan ini, ya salah satunya hasil terbanyak gula merah ini.



Gula merah siwalan terbuat dari sadapan air mayang (nira) pohon siwalan. Dalam bahasa setempat, nira siwalan ini disebut “la'ang”. La'ang segar biasa diminum langsung atau dinikmati dengan tambahan es batu. Rasanya manis menyegarkan. Akan tetapi, la'ang cepat sekali basi. Kesegarannya hanya bisa bertahan satu hari. Lebih dari itu, la'ang mengalami fermentasi, menjadi lebih kecut. Kandungan gula pada la'ang berubah menjadi cuka dan alkohol. Makin lama terfermentasi, makin tinggi kandungan alkoholnya. Dalam bahasa setempat, la'ang yang telah basi disebut “tuak”. Karena mengandung banyak alkohol, tuak bisa memabukkan. Yang dipakai sebagai bahan baku gula merah hanya la'ang yang masih segar. Jika yang digunakan adalah la'ang basi, mutu gula yang dihasilkan tidak akan bagus. Proses pembuatan gula merah siwalan tidak berbeda jauh dari pembuatan gula merah aren maupun gula merah kelapa. Nira siwalan (la'ang) direbus di dalam panci sampai kental dan warnanya menjadi kecokelatan. Untuk mengukur kekentalannya, biasanya la'ang direbus hingga volumenya tersisa seperempatnya saja. Cairan kental ini bisa langsung dijual sebagai sirup gula siwalan. Biasanya dijual dalam kemasan air mineral. Untuk dijadikan sebagai gula merah, cairan kental ini masih harus direbus lagi sambil terus diaduk-aduk sampai menjadi sangat kental. Butuh waktu sekitar satu jam sampai cairan sirup siwalan siap masuk cetakan. Cetakan yang dipakai bisa terbuat dari plastik, atau dari anyaman daun siwalannya itu sendiri (rakara).




Pohon Siwalan


Pohon Siwalan


Buah Siwalan


Buah Siwalan


Buah Siwalan



0 comments:

Post a Comment